5 Cara Mencari Investor untuk Bisnis Properti Perumahan Pondok Indah Tanpa Modal

 

foto hanya ilustrasi

Memulai bisnis tanpa modal masih kerap dianggap sebagai sebuah kemustahilan di dunia usaha, terutama bagi mereka yang sama sekali ‘baru’ di dunia bisnis ini. Salah satu bisnis properti yang kini tengah menunjukkan taringnya adalah perumahan, contohnya perumahan Pondok Indah. Tentu butuh modal besar untuk terjun ke dalam bisnis properti ini dan hanya ada dua pendukung yang dapat menyokong bisnis properti Anda, bank atau investor?

Perumahan Pondok Indah jelas bukan perumahan biasa karena banyak dihuni para pejabat, artis, dan public figure lainnya. Hal ini tentu merupakan tantangan tersendiri untuk Anda, terutama berkaitan dengan modal. Mengajukan pinjaman ke bank memerlukan banyak dana untuk membayar bunga yang mungkin terasa berat untuk pebisnis pemula seperti Anda. Lantas bagaimana dengan investor? Bagaimana cara menggaet para investor ini? Intip ulasannya.

 

  1. Gambarkan Permintaan Pasar

Buat sebuah proposal sekaligus file soft copy untuk merancang usaha yang akan Anda buat sehingga sangat mudah bagi Anda untuk mempresentasikannya kepada calon investor. Hal pertama perlu anda jelaskan pada proposal tersebut adalah deskripsi penggambarkan permintaan pasar.

Pastikan usaha yang ingin Anda kembangkan tersebut memang sudah jelas target market-nya, lalu seberapa luas pasar tersebut, termasuk juga kalangan apa saja dan umur berapa saja. Faktor-faktor inilah yang sangat penting bagi kelangsungan usaha Anda nantinya sekaligus poin tambahan untuk Anda di mata investor.

 

  1. Jelaskan Term of Management (Budaya) serta Citra Diri Anda

Cari manajemen yang benar-benar bagus, teruji, dapat dipercaya. Hal ini bertujuan agar para investor yang Anda inginkan percaya dengan kehandalan tim manajemen yang kita bentuk. Biasanya, calon investor juga akan melihat bagaimana budaya dan lingkungan dari perusahaan anda. Menciptakan budaya dan lingkungan yang baik serta kondusif bagi seluruh karyawan adalah tanggung jawab Anda selaku front liner.

Menjadi seorang pengusaha harus memiliki jiwa entrepreneur agar dapat terus bersaing dan bertahan. Kerasnya dunia ini harus diikuti dengan mental dan strategi yang jitu agar perusahaan Anda tidak tertinggal. Pencitraan diri ini akan berpengaruh terhadap kinerja bawahan dan berbanding lurus dengan penjualan produk properti yang Anda jual. Oleh karena itu, pastikan agar budaya dan lingkungan anda dapat menarik hati investor.

 

  1. Jelaskan Risiko Usaha

Paparkan secara jujur tentang potensi kerugian, jangan hanya prospek keuntungan. Tapi jangan terlalu detail juga memaparkan potensi kerugiannya meski memang dalam setiap usaha dan bisnis, selalu ada potensi kerugian. Imbangi dengan pemaparan keuntungan yang akan Anda dan investor dapatkan nantinya.

Ada risiko yang investor ambil ketika menanamkan uangnya di perusahaan Anda. Mereka tentu mengharapkan profit berkelanjutan dalam setiap periodenya. Oleh karena itu, calon investor biasanya akan memproyeksikan hal tersebut melalui analisa neraca keuangan perusahaan anda, melihat bagaimana arus kas, aktiva tetap, aktiva lancar, hutang, dan sebagainya yang dapat menunjukkan bagaimana kesehatan perusahaan Anda.

Anda dan investor bisa mencari strategi yang tepat untuk dilakukan agar memperkecil risiko kerugian tersebut. Sebaliknya, Anda juga harus memberikan reward kepada orang-orang yang mampu memberikan inovasi dan jalan keluar ketika bisnis perumahan Pondok Indah Anda dilanda kerugian. Dengan demikian, risiko bisa ditanggulangi, dan orang yang ambil bagian mendapatkan reward untuk kerja keras mereka.

 

  1. Breaktrough, Potensi Unik dan Nilai Lebih

Anda harus mampu memberikan cara dan strategi bagaimana mendobrak pasar yang ada. Dengan demikian, Anda mampu menjadi pembeda pada jenis usaha yang kamu tekuni. Keunikan akan mampu memberikan perbedaan, menarik ketertarikan pembeli, kemudian mampu menjaring keuntungan yang banyak.

Investor menyukai bisnis dan usaha yang memiliki potensi tinggi untuk berkembang dan menjadi market leader ke depannya. Pastikan bisnis Anda mempunyai potensi unik yang suatu saat nanti dapat membuat berkembang dan terus bertahan, mulai dari market share, produk, tanggung jawab sosial, dan lain sebagainya. Proyeksikan potensi bisnis Anda dengan baik dan menarik melalui pitching deck yang menarik calon investor.

Nilai merupakan suatu hal penting bagi suatu bisnisa dan usaha, apalagi jika baru berjalan. Harus ada nilai lebih yang bisa diberikan kepada pembeli sebagai konsumen yang nantinya di-diferensiasi-kan ke berbagai produk yang akan Anda pasarkan secara komersial. Ketika produk Anda memiliki nilai lebih, maka dengan sangat mudah perusahaan Anda akan berkembang pesat, karena memiliki prospek yang cerah.

 

  1. Pilih Investor

Sebagai front liner, Anda juga harus memiliki kelebihan dan kemampuan dalam meyakinkan investor, entah itu investor pro atau amatir. Tipe investor amatir merupakan investor yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek, artinya tidak ingin rugi. Sedangkan investor pro atau profesional biasanya lebih mengetahui banyak hal tentang bisnis dan usaha ini sehingga mereka lebih siap mental dalam segi untung maupun rugi.

Selain membutuhkan kelima hal tersebut, urusan financial juga sangat penting. Anda harus memastikan daily activity perusahaan Anda dapat berjalan dengan keuangan yang ada. Karena masalah keuangan seringkali menjadi faktor utama suatu usaha dapat berkembang atau pun jatuh maka Anda harus pintar dalam mengalokasikan keuangan dan terus berusaha mendapatkan pemasukan yang lebih besar daripada pengeluaran.

 

Keputusan untuk memilih investor pro atau amatir berada di tangan Anda. Bisnis properti perumahan Pondok Indah yang Anda rintis jelas bukan bisnis ecek-ecek, jadi pertimbangkan dengan matang dan mantap setiap langkah yang Anda ambil agar keuntungan yang menghampiri Anda. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, yaitu transparansi dan kepercayaan harus dibangun antara Anda sebagai developer pemula dengan para investor. Selamat mencari investor!