Cek Saldo JHT Kini Mudah dengan BPJSTK Mobile

 

Jht atau jaminan hari tua menjadi aset penting untuk masa tua ketika Anda masih muda. Mungkin sekarang Anda masih cukup kuat untuk menghambur-hamburkan uang. Juga keranjingan cek saldo jht dan memakai untuk hal-hal yang remeh.

Namun Anda juga mesti sadar, kalau masa tua Anda tidak bisa menjamin selalu ada uang lagi yang mampir ke kantong. Masa tua merupakan masa-masa penuh prihatin karena status sebagai angkatan kerja sudah tanggal dari hitungan.

Hal terbaik buat Anda yang sekarang tengah bekerja gagah-gagahnya adalah mempertimbangkan masa tua. Sebaiknya Anda yang masih muda tidak menghamburkan uang semena-mena dari program Jaminan Hari Tua yang diselenggarakan BPJSTK. Sebab, di masa depan nanti tida ada yang tahu apa yang akan terjadi. Jadi, sedialah payung sebelum hujan.

foto:prokal.co

Bahkan karena begitu pentingnya perhatian terhadap program jht, ada sebuah iklan yang menampilkan seluruh keluarga ribut membeli dengan begitu hemat. Sampai anak-anak minta barang bagus disarankan beli yang lebih murah saja. Lalu datang kakek-kakek dengan senyum ringan membayar barang-barang itu. Tag iklannya jelas: tentang jaminan hari tua. Ya, semoga tidak hanya tokoh iklan itu yang menikmati kemakmuran di masa tua.

Bagi Anda yang bingung bagaimana caranya cek saldo jht, tenang saja. Kini sudah ada BPJSTK Mobile. Lewat aplikasi ini, Anda bisa memantau langsung perusahaan yang mengulurkan dana jht. Jadi, Anda tak perlu khawatir apakah perusahaan itu telah melakukan kawajibannya itu atau belum.

Aplikasi BPJSTK Mobile bisa Anda unduh langsung via Playstore. Lakukan registrasi dan isi data seperlunya. Fitur yang tersedia bisa Anda pilih, di antaranya: simulasi perhitungan saldo, info program jht, cek saldo jht, dan lainnya. Mudah, kok. Cuma klik-klik, begitu.

Besarnya iuran jht tentu sudah banyak yang tahu. Buat yang belum tahu, jumlah upahnya adalah sebesar 5,7% dari rinci 2% pekerja dan 3,7% ditujukan buat sang pemberi kerja. Patokannya upah bulanan yang mencangkup pokok dan tunjangan.

Andai penerima meninggal dunia, saldo jht itu tentu diwariskan pada ahlinya sejumlah yang dibayarkan. Oh, iya. Mungkin ada yang bertanya-tanya, siapa yang berhak menerima upah dari program jht ini? Mereka tentu saja semua pekerja, entah yang bernaung di bawah perusahaan atau perseroan, WNA yang kerja di Indonesia lebih dari 6 bulan. Siapa yang bukan penerima? Mereka adalah pemberi kerja dan angkatan kerja di luar hubungan pekerjaan/mandiri.

Sekarang Anda sudah tidak bingung, kan? Mungkin artikel ini memang tidak menampilkan hanya soal bagaimana cek saldo jht pakai aplikasi BPJSTK Mobile. Setidaknya ada informasi tambahan yang cukup lengkap itu Anda akan semakan mantap menatap masa depan.

8 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Menjual Rumah

Menjual rumah bukan merupakan perakara yang mudha untuk dilakukan, tidak sediki orang yang jual rumah yang melakukan kesalahan sehingga justru mendapatkan kerugian saat menjual rumah. Tentunya ketika kamu memutuskan untuk menjual rumah, kamu menginginkan keuntungan yang kamu nantikan selama bertahun – tahun terlebih bila kamu memang membeli rumah tersebut sebagai investasi. Baik dalam keadaan mendesak atau tidak usahakan untuk tidak melakukan hal – hal di bawah ini.

Tidak Peduli Dengan Kondisi Rumah

Menjual rumah tidak lantas kamu jadikan sebagai alasan untuk lepas tanggungjawab dari memperhatikan kondisi rumah. Akan sangat baik bila kamu tetap merawat dan membersihkannya secara berkala. Bersihkan suluruh penjuru rumah baik di luar ataupu di dalam rumah. Perbaiki bagian – bagian rumah yang mengalami kerusakan atau cacat. Selain membuat rumah tampak menarik, hal ini akan membuat rumah tampak mahal, kamu akan dianggap masuk akal ketika menawarkan harga yang tinggi.

Tetapkan Harga Rumah Terlampau Tinggi

Kesalahan yang satu ini merupakan kesalahan penjual rumah yang sering dilakukan dan akibatnya sangat fatal. Sebagai seseorang yang akan jual rumah, kamu dituntut untuk bisa menetapkan harga jual rumah sesuai dengan kualitas dan kondisi rumah yang akan dijual. Bila kamu memasang harga yang terlalu tinggi, tidak menutup kemungkinan rumah tersebut akan sangat sulit untuk menemukan pemilik baru. Bila begitu, tentu kamu akan merasa dirugikan bukan. Lakukan survey untuk mendapatkan harga jual yang tepat.

Menutupi Kerusakan Rumah

Menutupi kerusakan dan cacat rumah bukanlah cara terbaik untuk dilakukan saat menjual rumah. Hindari menjual rumah dengan memberikan informasi tidak benar. Berikan informasi yang jujur dan transparn kepada calon pembeli. Kamu tentu tidak ingin bila suatu hari nanti terjebak dengan hukum bukan ?

Terlalu Sering Menolak Penawaran

Sebagai penjual rumah, kamu perlu untuk mempertimbangkan penawaran yang diberikan oleh pembeli yang mampir. Kamu berhak untuk menolak dan menerimanya, namun alangkah baiknya bila kamu tidak terlalu sering menolak penawaran tersebut, dan membiarkan rumah terlalu lama untuk memiliki pemilikbaru. Perlu kamu ingat bila rumah yang lama terjual alkan menurunkan minat calon pembeli. Bila penawaran yang diajukan oleh calon pembeli tidak masuk akan kamu bisa bernegosiasi dengan baik dan sopan, mungkin pembeli akan memberikan penawaran lain yang bisa kamu terima, bila tidak mungkin memang ia bukan pemilik baru rumahmu yang akan dijual.

Menggunakan Kualitas Foto Yang Buruk

Saat kamu menjual rumah, penampiln dan kesan pertama secara visual merupakan hal yang perlu diprioritaskan, terlebih bila kamu berusaha menjual rumah dengan melalui media sosial, website atau agen properti. Hindari membidik foto dengan menggunakan kamera ponsel, kamu bisa menggunakan jasa fotografer properti untuk membuat rumah tampak lebih menarik di gambar. Bidik gambar pada lokasi – lokasi yang menjadi keunggulan rumah.

Salah Pilih Agen Properti

Bila kamu ingin menjual rumah dengan prosedur yang baik kamu akan membutuhkan agen properti untuk membantu. Pilih dan cari agen properti yang mengerti danmampu melakukan promosi yang baik. Pastikan kredibilitas dan reputasinya tidak bermasalah. Tanyakan kepada teman, kerabat gingga keluarga untuk merekomendasikan beberapa agen properti terpercaya yang pernah mereka gunakan jasanya. Jangan ragu untuk menggunakan jasa agen yang professional untuk membantu proses jual rumah.

Membatasi Pemasaran Properti

Menjual rumah tidak hanya sebatas menempelkan papan informasi “Rumah dijual “ di depan rumah. Guna meningkatkan minat calon pembeli, ada baiknya untuk mempertimbangkan lebih dari satu cara pemasara, jangan bergantung pada agen properti. Coba pasarkan rumah di media online ataupun offline seperti memasang iklan di majalah, Koran, media sosia, website atau situs portal properti atau bahkan melakukan open house untuk properti yang akan kamu jual. Perbayak gambar – gambar berkualitas dari rumah yang akan kamu jual untuk disebarkan di media sosial.

Tidak Siap Pindah Rumah

Selain memperhatikan danmempertimbangkan hal – hal diatas. Kamu juga perlu mempersiapkan diri untuk segera pindah dari rumah yang akan kamu jual. Khususnya bila kamu sudah lama menempati rumah tersebut. Calon pembeli jelas akan mempertimbangkan beragam hal pula, termasuk kesiapanmu untuk segera pindah rumah. Bila perlu usahakan untuk pindah rumah sebelum menjual rumah tersebut agar kamu bisa melakukan beberapa perbaikan atau membersihkannya agar tampak lebih rapi dan nyaman untuk diperlihatkan pada calon pembeli.

Itulah ulasan informasi terkait kesalahan – kesalahan yang sering kali dilakukan oleh penjual rumah. Pastikan untuk menghindari semua poin diatas. Kerahkan usahamu semaksimal mungkin untuk menjual rumah baru sendiri. Bila dirasa tidak memungkinkan baru minta bantuan pada broker atau agen jual rumah. Berikan kesan yang baik kepada pembeli denganmembuatnya merasa nyaman saat berda di rumah yang akan kamu jual. Hal ini akan membuat calon pembeli semakin tertarik untuk memiliki rumah yang kamu tawarkan.